RSS
Tampilkan postingan dengan label Tugas Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Saya. Tampilkan semua postingan

active to passive voice



1. I was invited to dinner
2. the phonograph was inventored by Thomas Edison.
3. an island is surrounded by water.
4. our hotel room will be cleaned by a maid.
5. the leaky foucet is going to be fixed by a plumber.
6. the sick child has been examined by a doctor.
7. james swan was arrested by police.
8. spanish is spoken by a large number of people.
9. the letter is going to be answered by secretary.
10. carlos is confused by teacher's explanation.
11. i was embarrassed by my miastake.
12. the children is fascinated by helicopters.
13. the hamlet was written by shakespeare.
14. i wiil be amazed by that news.
Name         : Risandra Rejina
Class          : 3EB15
NPM          : 25209527
Study         : English Business 2

English Business



 1.      SIMPLE PRESENT
a. The teacher helps me. I am helped by the teacher. 
b. The teacher helps Jane. Jane is helped by the teacher. 
c. The teacher helps us. We are helped by the teacher. 

2.      . SIMPLE PAST
a. The teacher helped me. I was helped by the teacher. 
b. The teacher helped them. They were helped by the teacher. 


3.       PRESENT PERFECT
a. The teacher has helped Joe. Joe has been helped by the teacher. 
b. The teacher has helped us. We have been helped by the teacher.
       

Ends with The Illusion




Today is sunny, it's time I activity as usual, because of my work as a novelist. Ohya, my name is Noah, I was stepping on 28 years. Today I will meet with a writer as well, she is my friend when I was in high school. We are always brainstorming when I want to make a novel.
I immediately go to a café where we make a pact.
"Noah!" My friends call
"Hay, you're old?" I replied
"Not really, I have just arrived. Did you find a new title? "
"Yet, I'm still confused .."
After about half an hour chatting and then I order a meal. This friend of mine named Rose, she was a homemaker and author of the novel.
"Hhmm, how you now have to find a partner?" she said
"Yet, I'm also still confused and be picky .." I replied with a listless tone.
"If you ask me, you do not own too long, because the longer the growing age, what you do not want to be like your friends to another, which already have a family, such as I, have kids, a husband .." her advice to me.
"Yes, I also like a family fast, but if no one suitable, what can we do .. "I replied.
"" Yes really, I'm also confused about your shortcomings. cleaver've definitely S2 Sorbonne university graduates, handsome face and the economic well enough .. "
Then after two hours we talked, she excused to go home because she had to pick up her children at school. And I still have to place the publisher to make an appointment publishing my novel.
I came home and started thinking about the words of Rose. She's right, I'm more and more increasing and I have to have a life companion. The next day I asked for advice from Rose, about how to get a girlfriend quickly. Then I follow her advice. From start to get acquainted to take walks together.
Day after day I went through, and I have not get a girlfriend in accordance with my criteria. But one day when I was in the city of Frankfurt, Germany to seek inspiration my novel, I went to a cafe called Mozard Cafe. I saw a girl, like she was a native of Frankfurt. I met her, her name is Adeline and I was right, she is a native of Frankfurt. We talked long enough, after knowing each other, seems  she also gave me hope. I exchanged phone numbers and we plan to date. During the first week of time had close, and I plan to get to know her family closer.
When I was planning to go to her house, suddenly somehow she did not let me go there, we communicate by telephone, and then I asked her why she stopped, she did not answer her phone and immediately shut down. I'm curious, and I soon find her home address, I found her not far from the café where we first met. When I got home, I met an old woman, and it turns out she is a grandmother. I tell all my meeting with, but the grandmother was crying and I asked her why she was crying.I was very surprised to hear an explanation from her grandmother who said Adeline died two days before her meeting with me, it's café is a place that she particularly likes, she is also a novelist. She once told her grandmother that he would find her soul mate in the café that is also a novelist. And that question is me. It turned out so far that I know is an illusion only. It's hard to believe. THE END.

Writer   : Risandra Rejina
Class      : 3EB15
NPM      : 25209527
Study    : English Business 2

Remaja dan Lingkungan


Penghayatan Hidup dikalanagan Remaja yang Semakin Mendangkal

Ilustrasi di awal tulisan ini hanyalah sekelumit deskrispsi yang membuktikan eksistensi kecenderungan dalam diri manusia modern. Masih banyak contoh-contoh lain sebagai hasil dari globalisasi. kaum muda remaja dewasa ini lebih suka membaca komik atau main game daripada harus membaca buku-buku bermutu. Bacaan dengan analisis mendalam dan novel-novel bermutu hanya menjadi bagian kecil dari skala prioritas mereka, bahan-bahan bacaan seperti itu hanya tersentuh jika terpaksa atau karena tuntutan akademis.

Anda dapat mengelak bahwa gejala-gejala ini merupakan bentuk adaptif dari kemajuan zaman. Tapi, itu adalah rasionalisasi. Sebenarnya, kecenderungan manusia sekarang bukan hanya sekedar masalah mengikuti perkembangan zaman melainkan hal ini adalah masalah gengsi dan penghayatan hidup.

Bukti yang paling mengena adalah televisi, berbagai acara televisi semakin hari semakin jauh dari idealisme jurnalistik, bahkan semakin melegalkan budaya kekerasan, instanisasi, dan bentuk-bentuk kriminalitas. Sebagian tayangan-tayangan tersebut hanya semakin mendangkalkan sifat afektif manusia. Tayangan mengenai bencana alam, kemiskinan, perang, kelaparan, penemuan teknologi, pembelajaran budaya, dan lain sebagainya telah membuat sisi afeksi manusia tidak peka terhadap hal tersebut. Tidak ada proses batin dan intelektual lebih lanjut. Penghayatan nilai-nilai luhur semakin tereduksi.

Eksistensi kaum muda remaja hanya ditempatkan pada pengakuan-pengakuan sementara, misalnya seorang remaja dianggap eksistensinya ada jika remaja tersebut masuk menjadi anggota geng motor, menggunakan baju-baju bermerk, menggunakan blueberry, dugem, clubbing, melakukan freesex, ngedrugs, dan lain sebagainya. Eksistensi kaum muda remaja hanya dihargai sebatas kepemilikan dan status semata. Jika pendangkalan ini terus dipelihara dan dibudidayakan dikalangan remaja kita, makna dan penghargaan terhadap insan manusia semakin jauh. Hasilnya adalah menghilangnya penghargaan terhadap manusia lainnya, misalnya: perang, pemerkosaan, komersialisasi organ tubuh, trafficking, tawuran, dll. Contoh-contoh ini menjadi indikasi kehancuran sebuah kebudayaan yang dimulai dari pergeseran nilai-nilai budaya di kalangan kaum muda remaja kita. Dampak yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan!



Sumber :
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Menyimak%20Pergeseran%20Budaya%20dan%20Prilaku%20Remaja&&nomorurut_artikel=286


untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa indonesia 2
nama: Risandra Rejina
Kelas : 3EB15
NPM : 25209527

Penalaran Induktif

Penalaran Induktif merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. keuntungannya adalah bersifat ekonomis dimungkinkan proses penalaran selanjutnya.


Penalaran induktif terkait dengan empirisme. Secara empirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara.

Penalaran induktif ini berpangkal pada fakta empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. Induksi berlangsung dengan generalisasi dan ekstrapolasi pendapat dimana tidak mungkin mengamati semua fakta yang ada, sehingga kesimpulan induktif bersifat logical probability.

Ada 3 jenis penalaran induktif :

A. GENERALISASI

Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.



B. ANALOGI

Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kita dapat menarik kesimpulan bahwa jika sudah adapersamman dalam berbagai segi, ada persamaan pula dalam bidang yang lain.


C. HUBUNGAN SEBAB AKIBAT

Hubungan sebab akibat dimulai dari beberapa fakta yang kita ketahui. Dengan m,enghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain, dapatlah kita sampai kepada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu atau dapat juga kita sampai kepada akibat fakta itu.


sumber:

untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2
Nama : Risandra Rejina
npm: 25209527
kelas : 3EB15

AUTISME



Pengertian Autisme
Autisme berasal dari bahasa Yunani “autos” yang berarti sendiri. Istilah ini menggambarkan keadaan yang cenderung dikuasai oleh pikiran atau perilaku yang terpusat pada diri sendiri. Peluang munculnya penderita autis sangat cepat. Tahun 1980- an, di AS, dari hanya 4-5 anak yang autis per 10.000 kelahiran naik menjadi 15-20 per 10.000 kelahiran pada tahun 1990-an. Data pada tahun 2001 dari Centers for Disease Control and Prevention di Amerika menunjukkan penderita autisme sudah mencapai 60 per 10.000 kelahiran. Di Indonesia, hasil penelitian terbaru menunjukkan satu dari 150 balita di Indonesia kini menderita autis. Laporan terakhir badan kesehatan dunia (WHO) pun memperlihatkan hal serupa, yang mana perbandingan anak autis dengan anak normal di seluruh dunia, termasuk Indonesia telah mencapai 1:100. Hal tersebut diungkapkan dalam diskusi tentang Autis dan Penanggulangannya yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 7 Maret 2005.
Autis adalah gangguan perkembangan yang mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan perilaku yang terjadi pada awal masa kanak-kanak. Istilah autis menggambarkan keadaan yang cenderung dikuasai oleh pikiran atau perilaku yang terpusat pada diri sendiri. Gejala dan tanda-tanda anak autis ini didapat pada masa anak-anak berupa perilaku yang suka menyendiri (menikmati bermain seorang diri), keterlambatan perkembangan bahasa, menghafalkan sesuatu tanpa berpikir, cemas dan takut akan perubahan, kontak mata dan hubungan dengan orang lain buruk serta lebih menyukai gambar atau benda mati.
Autis berdasarkan waktu munculnya gangguan dibagi 2, yaitu (1) autis yang terjadi sejak bayi, bisa terdeteksi sekitar usia 6 bulan. (2) autis regresif, biasanya untuk anak usia 1,5-2 tahun, ditandai dengan kemunduran kembali (regresi). Kemampuan yang diperoleh menjadi hilang. Kontak mata yang tadinya sudah bagus menjadi lenyap. Jika awalnya sudah mulai bisa mengucapkan beberapa kata, hilang kemampuan bicaranya.
Penyebab autisme adalah gangguan perkembangan dan fungsi Susunan Saraf Pusat yang menyebabkan gangguan fungsi otak, terutama pada fungsi mengendalikan pikiran, pemahaman, dan komunikasi dengan orang lain. Gangguan pertumbuhan sel otak ini terjadi pada saat kehamilan 3 bulan pertama. Kira-kira 60% anak autis mempunyai IQ di bawah 50, sedangkan sebanyak 20%-nya antara 50-70 dan hanya 20% yang mempunyai IQ lebih dari 70.
Anak autis tidak mempunyai banyak masalah medis yang perlu dipertimbangkan (kecuali penderita autis yang mengalami epilepsi), namun pada umumnya tetap mengalami penderitaan penyakit gigi dan mulut yang lebih berat, karena kondisinya yang tidak normal. Kesulitan dokter gigi dalam menghadapi penderita autis adalah sulit berkomunikasi dan berperilaku agresif. Penanganan anak autis lebih mudah dengan bantuan tenaga kesehatan lain, orang tua, serta pembimbingnya.
Anak autis umumnya mempunyai suatu kebiasaan yang teratur dan rutin dan biasanya lebih menyukai makanan lunak dan yang manis-manis. Karena koordinasi gerakan lidah tidak teratur, sering makanannya ditahan, diemut, dan tidak langsung ditelan. Kebiasaan ini ditambah dengan konsumsi makanan yang manis-manis menyebabkan peningkatan kerusakan pada gigi menjadi gigi berlubang.
Menurut dr Rudi Sutadi, dokter spesialis anak yang juga Ketua Perhimpunan Autisme Indonesia, anak autis harus terhindar dari bahan makanan yang mengandung gluten, kasein, dan zat tambahan makanan (food additives) seperti MSG, pewarna makanan, dan gula sintetis aspartam.
Gluten adalah protein dari tepung terigu dan hasilnya seperti sereal gandum, barlei, oats, dan masakan yang dibuat dari tepung terigu seperti mie, roti, cake, kue-kue kering, dan lain-lain. Sebagai bahan makanan pengganti, dapat memanfaatkan makanan tradisional. Makanan berbahan tepung beras, tepung jagung, tepung maizena, tepung tapioka dapat menjadi alternatif.
Kasein adalah protein dari susu, yang berasal dari hewan dan hasil olahannya seperti keju, susu asam, mentega dan lain- lain yang dibuat dari susu. Pengganti dari produk susu ini dapat diperoleh dari susu kedelai, susu kentang, dan susu almond. Namun tetap hindari penggunaan Monosodium glutamat (MSG), pewarna makanan, dan gula sintesis karena bagaimanapun produk itu terbuat dari bahan-bahan kimia pada pangan olahan yang hanya berfungsi untuk menambah rasa. Tidak ada bahan pengganti untuk produk ini.
Makanan yang dapat berpengaruh positif pada anak autisme adalah niacin, asam pantotenat, vitamin B, dan vitamin C. Sebelum menentukan pola makan untuk anak autis, orang tua se-harusnya berkonsultasi dengan dokter ahli. Karena ada kemungkinan anak autis alergi terhadap bahan tertentu seperti tembaga atau aluminium.
Anak autis memerlukan waktu untuk membiasakan berkunjung berobat ke dokter gigi agar dapat menyesuaikan dan menerima lingkungan tempat praktik. Persiapan ini memerlukan hubungan kerja sama baik dengan kedua orang tua dan guru serta pembimbingnya. Supaya anak autis tidak perlu menunggu terlalu lama dalam kunjungan berobat, buatlah janji khusus dimana dokter gigi dapat langsung menangani tanpa perlu menunggu giliran. Biasakan anak selalu menemui staf perawat gigi yang sama yang lincah dan menyenangkan.
Sebelum perawatan dilakukan, sebaiknya orang tua dan anak diperkenalkan dengan lingkungan perawatan. Dokter gigi perlu berkonsultasi dengan orang tua mengenai teknik melatih anak di rumah sebelum berobat. Alat bantu visual seperti gambar atau alat elektronik dapat digunakan untuk mempersiapkan anak, sebab lebih mudah berkomunikasi dengan gambar daripada bicara. Gambar dapat digunakan untuk melatih anak melakukan sesuatu atau memberitahu dimana, kapan, apa dan bagaimana cara melakukan sesuatu. Gambar ini juga dapat diganti dengan obyek, misalnya sikat gigi. Bisa juga menggunakan obyek yang lebih lengkap sebelum melakukan perawatan gigi, misalnya kamera digital, sikat gigi, dan pasta gigi. Selain digunakan sebagai alat dokumentasi, kamera digital membantu menumbuhkan sikap kerja sama, karena anak merasa senang dan tertarik terhadap gambar dirinya yang terekam di monitor kamera.
Beberapa anak yang dirawat menunjukkan sikap agresifnya seperti meronta dan berteriak. Keadaan ini bisa diatasi dengan membungkus badannya dengan handuk besar miliknya dan didudukkan di pangkuan pengasuh. Hal ini tidak berbeda dengan pemakaian perlengkapan khusus dokter gigi untuk mengontrol gerakan anak selama perawatan.
Perawatan autis sebaiknya dilaksanakan di pagi hari saat dokter gigi dan anak belum merasa letih, dan perawatan dilakukan dalam waktu singkat dan sebaiknya orang tua disertakan dalam ruang perawatan. Kerja sama dokter gigi, orang tua, dan pengasuh sangat penting untuk keberhasilan perawatan dan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak autis.

sumber : Kiat Merawat Gigi Anak Oleh Drg. CHAERITA MAULANI
                        http://requestartikel.com/autisme-2011071343.html


Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2 mengenai penalaran paragraf induktif, artikel tentang kesehatan.
Nama: Risandra Rejina
NPM : 25209527
Kelas : 3EB15


Copyright 2009 RR Blog's. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates